Sabtu, 16 November 2013

renungan untuk orang tua

Tuhan kami yang maha penyayang, kami dilahirkan sebagai bayi yang penuh rasa brhak dan suka menuntut, dan bahkan kami mengharuskan perawatan dari ibunda dan ayahanda dengan menangis keras jika mereka lambat membaeri makan dan minum.

        kami tumbuh menjadi anak anak kecil yang sangat ingin tahu, merepotkan orangtua untuk menjaga kami dari rasa ingin tahu yang berbahaya bagi kami. Tapi, dengan berjalannya usia, tidak sedidit dari kami berubah menjadi pengalah yang lemah, yang menganggap diri sebagai tak bergak untuk berhasil.

     banyak dari kami mati keigin tahuannya, dan membeku dalam rasa tau t dan bahkan menjahui ilmu pengetahuan, Tuhan kami yang maha penyelamat, bantulah kami untuk membangun rasa berhak untuk berhasil, untuk teteap mengetahui jalan naik menuju kehidupan yang lebih baik, dan tenagailah kami untukm berhatan dan menang menerobos kesulitan, Tuhan kembalikan dan utuhkanlah tenaga kehidupan kami. Amiiin
Baca Selengkapnya >>>

Senin, 11 November 2013

Pagi cerah yang tak bersahabat

Entah ini akan menjadi akhir semua
atau awal perjalanan yang baru di kedihupanku

siapkah aku menerima keputusan atas apa yang aku lakukan
aku tahu jiwaku beum mati meski pagi secerah ini seakan suram

sempat berfikir: "Tuhan ambillah nyawaku agar tak tersiksa menahan kepedihan"
tapi aku sadar bahwa tuhan masih memberi kesempatan dan bertoba dan berbuat kebaikan

semua orang memuji alahkah indahnya pagi ini
tapi aku merasa seperti di malam kelam
hujan badai gemuruh petir menakutkan
dimana hari ini rasanya seakan sudah tak ada harpan

rasanya iri mlihat orang yang bisa tersenyum
rasanya iri melihat orang bisa tertawa
tapi aku tak bisa karna terhalang penyesalan yang mendalam

tak ada seorangpun yang bisa merasakan apa yang kurasakan
hanya bisa termenung melihat daun gugur berjatuhan

sempat bertanya: "buat apa aku dilahirkan kalau hanya untuk merasakan kepedihan"
tapi aku berfikir hidup harus bisa membawa perubahan

Ya Allah ya robby kusadari dosaku ibarat lautan
sudah banyak kewajiban yang telah aku abaikan
melalaikan kewajiban yang harus di jalankan
akankah pintu ma'afmu akan terbuka

kemrin aku masih bisa tertawa dan mensyukuri segala nikmat
maha suci Engkau Ya Allah yang mampu merubah dalam waktu sekejap

kusadari sekarang setiap menit detik dalam penyesalan
ibarat kertas putih yang di penuhi dengan coretan hitam

apakah yang harus kulakukan?
di dalam kamar serasa seperti penjara
keluar kamar serasa berada di hutan rimba

aku merenung dikala kesibukan
tertawa di tengah tangisan
dunia ini rasanya sudah seperti jungkir balik
kemana aku harus berjalan ketika lari sudah tak ada tujuan


dikala diri sudah melemah
tertunduk malu dan pasrah


Baca Selengkapnya >>>

Kamis, 24 Oktober 2013

Motivasi Belajar Matematika

KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA:

tulisan ini saya persembahkan bagi orang yang MAU BERUBAH dan BERANI MENJADI PEMENANG,
(untuk itu jika tidak mau berubah untuk menjadi lebih baik maka tingalkan tulisan ini) jika anda mau berubah yang paling pertama adalah harus di mulai dengan NIAT, Rosulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya setiap pekerjaan itu tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang itu mendapatkan apa yang ia niatkan"(HR. Bukhori)    

  Pelu dibaca...!!!  " saya sendiri bukan pakar atau ahli matematika tapi masih perlu banyak belajar dengan berusaha ikhlas niat ingin membantu, kritik dan saran senantiasa kami tunggu, pesan penulis sekiranya tulisan ini membantu tolong di sebar luaskan jika mau mengopi tulisan ini jangan lupa cantumkan alamat blog ini, jika ada keslahan maka itu datangnya dari saya sendiri, dan jika ada benarnya maka itu datangnya dari Allah" dan jagan pelit2 untuk selalu berbagi ilmu karena Rosulullah SAW bersabda "Barang siapa ditanya tentang suatu ilmu kemudian ia menyembunyikannya, maka di hari kiamat ia akan di kekang dengan kekang dari api" (HR. Ibnu Majah)

Orang itu tergantung pada motivasinya, jika motivasinya terhadap dirinya kuat pasti akan mendapatkan hasil seperti yang ia harapkan, dan satu yang paling perlu di Ingat bahwasanya "Allah memberi hasil dengan melihat Proses" di dunia ini tidak ada yang instan bro...!!! bahkan mie instan pun tak instan langsung jadi begitu saja perlu ada proses dulu biar bisa dimakan. 

oh iya "Jangan pernah berharap Mutiara turun dari langit" mendapatkannya tidak mudah  karena letaknya di dasar laut yang gelap dan dalam, begitupun matematika untuk menguasainya gak semudah membalik telapak tangan cuy, untuk bisa memahaminya perlu usaha, dan setiap KESUKSESAN USAHA perlu berkorban, berkorban Waktu, berkoban tenaga, Berkorban fikiran,  "Tidak ada Kenikmatan kecuali setelah kepayahan"

(kerja otak itu lebih berat ketimbang kerja otot, otak itu ibarat pedang semakin diasah semakin tajam, kalau takut pusing dan capek mikir, ya udah macul saja sana gak usah mikir cukup jadi kuli saja sana yang gak terlau banyak menghabiskan waktu untuk belajar) yakinlah tak ada usaha yang sia-sia betul gak...??? 

kalu gak mau berfikir ya udah berarti gak jauh beda sama kambing, kambing itu ya tetap kambing gak peduli 100 tahun mendatang ya tetap kambing gak ada beban sedikitpun untuk berfikir kerjaannya cuma Makan Tidur Berak... makan tidur berak... makan tidur berak... kawin dan beranak... hahaha.  klo orang cuma kayak gitu aja kerjaanya berarti gak jauh beda dong sama kambing

untuk bisa memahami pelajaran matematika kunci yang paling penting yaitu  "MAU"
Karena "Jika anda Mau pasti akan mampu".dan "PERCAYA DIRI" percaya bahwasanya kepada diri kita sendiri bahwa kita bisa.

Matematika itu mudah tapi jangan di permudah

pada hakikatnya kecerdasan dan kejeniuan manusia itu sama yang membedakan adalah usaha mereka, usaha itu ibarat klo umpama kita melempar sesuatu ke dinding, semakin kuat kita melempar ke dinding maka semakin kuat pula pantulannya kembali kepada kita, tapi bayangin jika kita melempar tanpa tenaga dan usaha boro boro bisa mantul adanya kena aja juga mungkin tidak. faham gak hehehe sedikit belajar logika...??? intinya begini "sebesar usaha kita maka sebesar itu pulalah keuntungan yang kita dapatkan"

Firman Allah di dalam surat Al-Isro' ayat 7:

 إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا


sedikit cerita ketika saya ingin mengajarkan kepad anak anak matematika dan tersendat dengan satu soal yang tidak bisa saya pecahkan... lantas saya tak bisa dengan mudahnya diam dan menyerah begitu saja... saya baca berkali2 sampai melekat dan coba terus.. tapi ternyata hasilnya nihil.. masih belum terpecahkan juga, akirnya saya iget pepatah "malu bertanya sesat dijalan" yang paling saya takutkan itu klo saya bisa kemudian salah... kan bahaya mengajarkan kesalahan bisa jadi dosa yang mengalir, saya coba tuk bertanya kepada siapasaja yang bisa, kebetulan saya bertemu dgn orang yang jauh di bawah saya... ternyata tak saya duga dia menjawab dengan cepat dan tepat... subhanallah akhirnya saya penasaran lantas saya bertanya "kok bisa sih?" dia menjawab dengan ringan dan mudahnya "sebenarnya matematika itu mudah kok, cuma kita aja yang menganggap susah, cuma angaka 1 sampai 9 ditambah 0 tok, di puter puter di bolak balik doang"

disini saya dapat pelajaran, ternyata itu semua tergantung cara pandang kita, kalau kita menganggap mudah insya'allah akan dimudahkan, tapi kalau kita menganggap sulit niscaya kita akan kesulitan juga, modal pertama untuk belajar matematika ialah mencintainya memahami kepentingannya dlu, "orang penting itu yang mengaggap segala sesuatu yang kecil dan di remehkan orang menjadi penting" klo kita sudah merasa senag
 pasti akan ada kemauan, dan semakin penasaran.

alfarobi mengatakan: "untuk mempelajari filsafat itu harus mendalami dan mengusai matematika dulu" tau sendiri kan bahwa ilmu filsafat ialah termasuk urutan ilmu tertinggi, jadi

ada juga yang mengatakan:
"matematika itu hanya permainan angka 0 sampai 9 yang dioperasikan dengan tombol + - x :"
klo aku mengatakan 
"matematika itu mudah bila kita mau, membosankan bila menganggap ia sbg pelajaran, dan seru jika mengganggap sbg tantangan sehingga terdorong tuk menyelesaikan, benci bila ada yg mengatakan 'MAkin TEkun MAkin Tak KAruan'
ada cerita juga "ketika ada anak kecil mampu menulis buku matematika sendiri, dan banyak orang bertanya "kok bisa sih" 
dia menjawabnya cukup simple "merubah cara berfikir",

aku baru tahu dulu sempet bingung ketika belajar matematika ditanya: "buat apa belajar matematika yang rumit2 apa gunanya kayak aljabar dll" ternyata jawabya matematika adalah belajar berfilsafat.

inti belajar matematika adalah untuk memudahkan dalam berfikir dalam setiap pelajaran dan pekerjaan, karena kita diajari untuk menyelesaikan setiap latihan.
  
kalau seandainya kita belajar pelajaran selain matematika itu mengajari kita menjadi pandai, tapi klau matematika mengajari orang untuk menjadi jenius"

 Dalam matematika, pertama harus ada minat, kedua harus pakai otak, mesti tidak bisa mengerjakan soal, tidak apa-apa karena anak pasti jadi semakin pintar dengan terus memakai otak

ada juga metode belajar matematika:
1.  “metode coba-coba” adalah metode belajar alamiah, menggairahkan semangat belajar, penuh penemuan baru, kekagetan dan kepuasan berpikir . Dengan metode coba-coba, kita tidak stres, karena kita berinisiatif sendiri, dengan menggunakan insting alamiah untuk mempelajari sesuatu. kita akan tetap suka matematika. Kelemahannya adalah: terlalu makan waktu, Namaun,  waktu bukan masalah jika tujuannya memupuk logika matematika yang sesungguhnya.
Sebenarnya untuk memecahkan masalah soal matematika, pengetahuan yang diperlukan hanyalah bilangan bulat, pecahan, penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian bilangan desimal. . Matematika bukanlah pelajaran untuk berhitung cepat, melainkan kemampuan menyusun angka sambil memutar otak (logika).

2.  “Metode menghapal urutan cara” lebih banyak dipilih karena hemat waktu, apalagi jika banyak PR dan ujian lain. Tetapi metode ini berbahaya. Metode ini tidak mensimulasi otak dengan benar sehingga membosankan, cepat lupa, tidak menumbuhkan kemampuan berlogika, urutan cara lama tidak bisa diterapkan jika soal berubah sedikit saja.
Sampai akhir, kita harus menggunakan metode coba-coba, bukan hapal cara. Hanya dengan coba-coba sendiri dulu sampai bisa, kita akan mengerti arti penjelasan guru, dan akan lebih terkesima saat dia diperkenalkan dengan cara yang lebih efesien.

intinya:
- semua orang pada dasarnya adalah cerdas dan suka belajar matematika
- dan semua orang bisa belajar dan tumbuh sendiri tanpa diajari
- Orang tua dan guru mengganggu proses belajar anak-anak dengan penjelasan berlebihan tentang matematika dan perintah-perintah untuk belajar.



-di tunggu kritik saran komentar dan masukannya-
Baca Selengkapnya >>>